8 TIPS DIET UNTUK MEMBANTU MENGATASI ENDOMETRIOSIS

8 TIPS DIET UNTUK MEMBANTU MENGATASI ENDOMETRIOSIS

Penyakit endometriosis diperkirakan telah menyerang sebanyak satu dari 10 wanita di seluruh dunia.
Ini adalah penyakit sistem reproduksi di mana jaringan mirip endometrium tumbuh di luar rahim, di daerah seperti ovarium, perut dan usus. Normalnya jaringan endometrium hanya ditemukan di dalam rahim.
Gejalanya terserang endometriosis meliputi periode nyeri dan perdarahan berat, nyeri saat bersenggama, nyeri saat buang air besar dan kemandulan.
Penyebab endometriosis tidak diketahui, dan saat ini belum ada obatnya.
Namun, makanan tertentu dapat meningkatkan atau menurunkan risiko endometriosis, dan beberapa wanita tidak menegetahui bahwa membuat perubahan diet dapat membantu mengurangi gejala nyeri akibat endometriosis.
Berikut 8 perubahan diet yang bisa membantu dalam mengelola endometriosis.

1. Tingkatkan Asupan Lemak Omega-3 Anda
Lemak omega-3 adalah lemak sehat, lemak ini memiliki fungsi anti inflamasi. Jenis lemak ini paling banyak ditemukan pada ikan khususnya ikan laut.
Lemak omega-3 diyakini memiliki efek mengurangi pembengkakan dan penghilang rasa sakit di tubuh Anda . namun jangan sampai salah karena ada lemak yang meningkatkan pembengkaakan, yaitu lemak omega 6.
Karenanya sangat baik bagi wanita yang mengalami endometriosis meningkatkan kadar lemak omega 3 dalam tubuhnya. Selain itu, lemak omega 3 juga berfungsi menghambat perkembangan endometriosis.
Bagi wanita yang belum terserang endometriosis, mengkonsumsi lemak omega 3 juga nermanfaat agar tidak terserang penyakit ini.
Penelitian terbaru juga manunjukkan bahwa mengkonsumsi suplemen minyak ikan yang mengandung lemak omega-3 dapat secara signifikan menurunkan gejala nyeri menstruasi dan rasa sakit lainya.
lemak omega 3 paling banyak terkandung pada ikan tuna, makarel, dan kod. Pada ikan lain juga memiliki kandungan omega 3 walau tak sebanyak ikan tersebut.

2. Hindari Lemak Trans
Dalam beberapa tahun terakhir, lemak trans telah sangat terkenal tidak sehat.
Penelitian telah menemukan bahwa lemak trans meningkatkan kadar kolesterol LDL "kolesterol jahat" dan menurunkan kolesterol HDL "kolesterol baik", sehingga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan kematian.
Lemak trans ini terdapat pada minyak goreng yang kita konsumsi sehari-hari. Panas tinggi akan mempengaruhi lemak yang ada. Dampak buruk ini semakin meningkat pada minyak yang digunakan untuk menggoreng berulang kali.
Mulai tahun 2018, Food and Drug Administration (FDA) AS akan melarang lemak trans dalam semua produk makanan karena bahaya yang mereka hadapi terhadap kesehatan. Di negara kita belum demikian. Namun tidak ada salahnya jika kita berusaha menghindari lemak trans dari sekarang.
Secara khusus, wanita dengan endometriosis harus menghindarinya. Satu studi observasional menemukan bahwa wanita yang mengkonsumsi lemak trans, memiliki  peningkatan risiko 48% terkena endometriosis .

3. Daging Merah
Daging merah, terutama daging merah olahan, telah dikaitkan dengan risiko penyakit tertentu. Sebenarnya, mengganti daging merah dengan sumber protein lain bisa mengurangi  peradangan, yang sering terjadi pada penderita endometriosis .
Penelitian juga menunjukkan bahwa wanita yang sering makan daging, memiliki resiko terserang endometriosis lebih besar dibandingkan dengan mereka yang jarang mengkonsumsi daging merah.
Penelitian juga menemukan bahwa Asupan daging merah yang banyak dapat meningkatkan kadar estrogen dalam darah.
Karena endometriosis adalah penyakit yang bergantung pada estrogen, kadar estrogen dalam darah yang lebih tinggi dapat memeperburuk kondisi pasien.

4. Makanlah Banyak Buah, Sayuran dan Biji-bijian utuh
Buah-buahan, sayuran dan biji-bijian kaya dengan vitamin, mineral dan serat.
Dengan mengkonsumsi makanan ini secara rutin, berarti anda telah berusaha untuk mencukupi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan tubuh.
Serat makanan juga mampu membentu mengeluarkan kadar estrogen dari tubuh kita. Ini artiya jika estrogen dalam tubuh rendah, endometriosis dapat dikendalikan.
Buah-buahan, sayuran dan biji-bijian selain sebagai sumber serat makanan terbaik, Makanan ini juga sebagai antioksidan, yang juga bisa membantu memerangi peradangan.
Para ahli menemukan bahwa mengonsumsi suplemen antioksidan, secara signifikan dapat mengurangi nyeri akibat endometriosis .
namun yang perlu diperhatikan, jika sayur dan buah mengandung pestisisda, ini tidak baik bagi tubuh kita. Buah dan sayur yang mengandung pestisida, diduga ikut meningkatkan perburukan kondisi endometriosis.

5. Alkohol
Petugas kesehatan sering menganjurkan agar wanita dengan endometriosis mengurangi konsumsi kafein dan alkohol mereka.
Beberapa penelitian di Amerika menemukan bahwa wanita dengan endometriosis cenderung mengkonsumsi alkohol dalam jumlah yang lebih tinggi daripada wanita tanpa endometriosis.
Alkohol telah terbukti memiliki dampak buruk bagi kesehatan. Bukan hanya bagi pendrita endometriosis saja, namun buruk juga bagi semua orang.

6. Kurangi Makanan Instan
Meminimalkan asupan makanan instant/olahan adalah ide bagus untuk hampir semua orang, dan melakukannya juga dapat membantu pengelolaan endometriosis.
Makanan olahan sering mengandung lemak dan gula tidak sehat, rendah nutrisi, rendah serat penting hal ini dapat meningkatkan rasa sakit dan pembengkakan pada endometriosis .
Lemak omega-6 ditemukan pada minyak tumbuhan, seperti jagung, biji kapas dan minyak kacang, dapat meningkatkan rasa sakit, kram dan radang rahim.
Sebaliknya, lemak omega-3 yang ditemukan pada ikan, kenari dan rami dapat membantu mengurangi rasa sakit, kram dan pembengkakan.
Dari situ dapat disimpulkan, membatasi asupan makanan seperti kue kering, keripik, kerupuk, permen dan makanan yang digoreng dapat membantu meminimalkan rasa sakit terkait endometriosis.
Untuk dampak yang lebih banyak lagi, ganti makanan olahan dengan yang cenderung membantu mengelola endometriosis, seperti ikan, biji-bijian atau buah-buahan dan sayuran segar.



EmoticonEmoticon