DAMPAK BURUK MAKAN SAMBIL BERDIRI BAGI KESEHATAN

BAHAYA MAKAN SAMBIL BERDIRI


Evidence based. 
Saat ini banyak yang menyoroti cara makan seseorang. Baik dengan cara duduk, berdiri, ataupun berbaring. Masing-masing gaya makan memiliki masa tren sendiri sendiri.

Sebagai contoh, gaya makan dengan berbaring, pernah menjadi trend dimasa Romawi dan Yunani kuno. Gaya itu, merupakan gaya makan bangsawan. Gambaran ini dapat kita temukan saat ini di film-film romawi.

Trend saat ini sudah mulai berubah. Sebagian orang memiliki kebiasaan makan sambil berdiri. Makan sambil berdiri mungkin dikarenakan tidak memiliki banyak waktu saat di kantor atau untuk menghemat waktu. Bahakan dalam pesta pernikahan atau yang sejenisnya juga mulai menjadi trend makan sambil berdiri.

Namun, sebagian orang menganggap bahwa makan sambil berdiri tidak baik bagi kesehatan. Hal ini dikarenakan akan mengganggu kesehatan pencernaan dan akan memicu makan yang berlebih.
Benarkah demikian?


PENGARUH POSISI MAKAN BAGI PENCERNAAN
Postur atau posisi tubuh saat makan dapat mempengaruhi kemampuan tubuh dalam mencerna makanan.

Menurut penelitian ditemukan bahwa pengosongan perut terjadi lebih lambat pada saat seseorang makan sambil duduk atau berbaring dibandingkan dengan posisi makan sambil berdiri.

Ini artinya, jika seseorang makan dengan posisi duduk, maka perut akan kenyang lebih lama. Pengosongan perut yang lebih cepat saat berdiri diduga karena efek grafitasi (1, 2).

Demikian pula seseorang yang setelah makan istirahat, maka makanan dicerna lebih lambat dibandingkan dengan mereka yang setelah makan langsung beraktifitas.

Postur/posisi tubuh Anda saat makan dapat mempengaruhi seberapa cepat Anda mencerna makanan. Pencernaan paling lambat saat Anda berbaring dan paling cepat saat Anda berdiri dan bergerak.

BERDIRI AKAN MEMICU SESEORANG MAKAN BERLEBIH
Sebagian orang mempercayai bahwa makan sambil berdiri atau sambil beraktifitas akan membantu menurunkan berat badan bagi mereka yang sedang menjalani program diet. Mereka bebasumsi bahwa dengan makan sambil berdiri atau beraktifitas akan menkadikan kalori cepat terbakar sehingga tidak menambah berat badan.

Namun, saat ini penelitian menunjukkan hal sebaliknya, bahwa seseorang yang maan sambil berdiri memiliki kecenderungan berat badan mereka semakin bertambah.

Meskipun ketika kita berdiri kalori terbakar lebih banyak dari pada ketika kita duduk. Ketika kita berdiri dalam satu jamnya ada 50 kalori yang terbakar lebih banyak dibandingkan dengan saat duduk. Namun, mungkinkah kita berdiri satu jam selama makan? Kelihatanya itu mustahil bukan sahabat advicena?

Kebanyakan orang yang makan sambil berdiri justru akan lebih cepat dalam mengkonsumsi makanan. Sehingga bila diambil rata-rata kemungkinan kalori yang terbakar saat berdiri adalah 12-25 kalori lebih banyak dibandingka saat kita duduk.

Namun sebaliknya, ketika anda makan sambil duduk, anda akan mengkonsumsi makanan lebih lambat. Dengan demikian akan memungkinkan anda mengkonsumsi kalori yang lebih sedikit.

Tahukah anda bahwa beberapa penelitian menunjukkan bahwa makan lebih lambat bisa mengurangi nafsu makan dan meningkatkan perasaan kenyang. Hal ini memberikan dampak positif bagi seseorang karena akan menjadikan ia mengkonsumsi kalori yang lebih rendah.

Penelitian menunjukkan seseorang yang makan sambil duduk dapat menekan konsumsi  hingga 88 kalori dibandingkan dengan ketika mereka makan sambil berdiri. Perbandingan yang cukup signifikan bukan (3, 4, 5).

Selain itu, makan sambil duduk akan membantu otak anda mancatat bahwa anda sudah makan. Ini berbeda dengan makan sambil berdiri atau sambil beraktifitas, akan menjadikan otak merekam bahwa anda sedang beraktifitas, bukan makan. Akibatnya kemungkinan besar pada makan berikutnya otak akan memberikan perintah agar anda makan lebih banyak di jam makan berikutnya (6) .

Makan saat berdiri dapat meningkatkan kecepatan saat Anda makan, yang dapat menyebabkan Anda makan berlebih dan mengkonsumsi lebih banyak kalori.

MENINGKATKAN RASA LAPAR
Tubuh Anda memiliki beberapa cara unik untuk menentukan apakah Anda lapar atau kenyang.

Salah satunya adalah, merasakan berapa banyak makanan yang ada di perut. Dengan mendeteksi seberapa besar rentangan perut akan menjadikan otak mengetahui tingkatan lapar anda (7) .

Semakin lama perut terentang karena terisi makanan, maka otak akan memberitahu kepada anda bahwa saat ini anda daam kondisi masih kenyang. Hal itulah yang menyebabkan mengapa orang yang makan karbohidrat saja, akan merasa lebih cepat lapar dari pada mereka yang mengkonsumsi makanan berserat.

Makanan berserat dan protein membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dibandingkan dengan kabohidrat. Ini manjadikan perut semakin lama teregang dan anda semakin lama merasa kenyang (8, 9) .

Bergerak/beraktifitas segera setelah makan menyebabkan pengosongan perut Anda lebih cepat. Ini dikarenakan usus akan mencerna 30% lebih cepat (2).

Penelitian menunjukkan pengosongan perut yang cepat akan menjadikan anda lebih cepat merasa lapar. Jadi, mereka yang makan sambil berdiri dan berjalan akan merasa lebih cepat lapar dari pada mereka yang hanya duduk ketika makan dan sesaat setelah makan (10) .


Makan sambil berdiri dan bergerak bisa menyebabkan Anda lebih cepat merasa lapar.

MENGURANGI REFLUK DAN RASA TERBAKAR DI DADA
Refluks lambung terjadi saat isi perut kembali naik ke kerongkongan. Hal ini dapat menyebabkan rasa terbakar di tengah dada, di kesehatan dikenal sebagai HEARTBURN.

Mereka dengan refluks sering disarankan untuk berdiri tegak dan menghindari berbaring atau membungkuk saat makan, dan juga beberapa jam setelah makan (11, 12) .

Itu karena berbaring atau membungkuk meningkatkan tekanan di perut, sehingga lebih mungkin makanan akan terdorong kembali ke kerongkongan.

Kemungkinan refluk lebih besar terjadi bila ada terlalu banyak makanan di perut anda. Ini memberi tekanan pada katup yang memisahkan kerongkongan dari perut (katup gastroesofagus), sehingga katup bisa membuka dan meningkatkan kemungkinan isi perut akan berjalan kembali ke kerongkongan (13) .

Menariknya, makan sambil duduk tegak bisa mengurangi tekanan di perut, dan  mengurangi kemungkinan refluks.

Demikian pula bila anda setelah makan segera beraktivitas (tidak terlalu lama duduk atau bahkan tidur), akan membantu makanan lebih cepat dicerna, sehingga menurunkan kemungkinan refluks dan sakit maag (2).

Individu dengan refluks bisa mendapat manfaat dari duduk tegak sambil makan. Selain itu bila perut cepat dikosongkan, kemungkinan refluk semakin kecil.

MENYEBABKAN KEMBUNG
Sebagian penelitian menunjukkan bahwa makan sambil berdiri bisa mengganggu pencernaan.

Hal itu disebabkan karena makan sambil berdiri bisa menyebabkan anda makan lebih cepat. Hal ini meningkatkan jumlah udara yang tertelan saat makan. Dengan jumlah udara yang cukup banyak dalam perut akan menjadikan anda mengalami kembung (14) .

Terlebih lagi, semakin tegak posisi tubuh Anda, semakin cepat pencernaan Anda. Ini berarti, pada orang yang makan sambil berdiri, jumlah udara yang masuk ikut tertelan akan sangat besar (2) .

Dampak negatif lain adalah, makanan yang dicerna terlalu cepat, akan menjadikan nutrisi memiliki sedikit waktu untuk bersentuhan dengan usus. Dengan demikian nutrisi makanan akan sulit diserap oleh usus anda (1, 15) .

Bila karbohidrat kurang dicerna, mereka cenderung mengalami fermentasi di usus, menyebabkan gas dan kembung.

Orang yang makan makanan mereka dengan cepat atau berjalan-jalan selama atau segera setelah makan dapat mencerna makanan mereka hingga 30% lebih cepat. Hal ini dapat meningkatkan kemungkinan pencernaan karbohidrat yang buruk dan kembung.

Makan sambil berdiri dapat meningkatkan gas dan kembung dengan mempengaruhi kecepatan makan dan penyerapan nutrisi.

MAKAN DENGAN DUDUK AKAN MEMICU KETENANGAN JIWA
Tahukan sahabat advicena bahwa ketenangan menjadi hal yang sangat penting dikala kita makan.

Penelitian menunjukkan bahwa ketenangan dan perhatian  selama makan, dapat membantu Anda mengalami lebih banyak kebahagiaan saat makan dan mengurangi kemungkinan makan berlebih (17) .

Makan dengan sadar dan tenang mengharuskan Anda untuk memusatkan semua indra Anda pada proses makan. Ini berjalan seiring dengan makan lebih lambat dan meluangkan waktu untuk menikmati makanan Anda.
Demikian pula saat anda makan, jauhkan dari gangguan TV, Handphone, komputer, dan gangguan lainya.

Makanlah dengan tenang, awali dan akhiri dengan berdo’a dan bersyukur atas karunia Tuhan berupa makanan, kesehatan, dan nikmat lainya. Maka anda akan merasa lebih bahagia.

Dari ulasan diatas dapat kita simpulkan bahwa makan dengan duduk adalah yang terbaik. Makan dengan duduk merupakan posisi tengah antara berdiri dan berbaring yang keduanya memiliki dampak tidak baik bagi kesehatan.

Diatas itu semua, bagi umat islam, makan sambil duduk merupakan hal yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Ini merupakan kesunahan untuk makan sambil duduk.

BACA JUGA:

Nah, sudah sangat jelas bukan sahabat advicena. Mulai saat ini kalau hendak makan pastikan sambil duduk ya.

Jangan lupa share artikel ini agar banyak yang mengetahui manfaatnya.
Salam sehat.

Referensi Jurnal Penelitian:
1. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11938608
3. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/2545286
4. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24388483
5. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24215801
6. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19808071
7. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4796328/
9. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15684339
10. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/8335193
11. https://gi.org/guideline/diagnosis-and-managemen-of-gastroesophageal-reflux-disease/
13. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19191069
14. https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/gas-digestive-tract/symptoms-causes
15. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15187379
16. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4014048/
17. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21181579



EmoticonEmoticon